CHOOSE YOUR LANGUAGE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Asmaul Husna

Assalamu'alaikum Ya Akhi, Ya Ukhti.... Kini Anda Memasuki Dunia Ilmu Bersama IKLIM

Sabtu, 19 Juni 2010

Membuat Tujuan dengan Metode SMART


membuat tujuanAda yang bertanya, apakah untuk meraih sukses harus membuat tujuan? Saya jawab tidak. Banyak orang yang sukses, dia tidak pernah menuliskan tujuan apalagi memahami metode SMART.

Lalu mengapa banyak guru sukses menganjurkan menetapkan tujuan? Karena penetapan tujuan akan membantu Anda lebih mudah meraih sukses. Bukan sebuah keharusan, tetapi sangat bermanfaat. Apa saja manfaat membuat tujuan?

Manfaat membuat tujuan : Kejelasan

Manfaat pertama dari penetapan tujuan adalah: “kejelasan“. Dengan menetapkan tujuan, apalagi secara tertulis, akan memberikan kejelasan kepada kita, arah mana yang akan ditempuh. Selain kejelasan masih ada satu lagi manfaat dari tujuan yang tidak kalah pentingnya.

Untuk apa kejelasan? Jika tujuan sudah jelas, semuanya pun akan ikut jelas. Kita akan lebih mudah menyusun rencana. Jika rencana sudah jelas, maka kita pun akan jelas dalam mengambil tindakan. sukses akan segera diraih. Apakah semua tujuan akan memberikan kejelasan?

Cara Membuat Tujuan dengan Metode SMART

Tidak, banyak orang yang membuat tujuan, tetapi tidak memberikan kejelasan. Artinya cara penetapan tujuannya kurang tepat. Sebuah metode yang terkenal dalam membuat tujuan ialah metode SMART. Apa itu?

Specific
Harus jelas, Anda mau apa. Mau kaya? Kaya seperti apa? Mau bahagia? Seperti apa sih bahagia itu?

Measurable
Terukur. Mau kaya juga ada ukurannya. Deposito, penghasilan, dan sebagainya. Kalau bahagia, apa ukurannya?

Actionable
Buatlah tujuan yang memerlukan tindakan Anda untuk mencapainya. Bukan mengandalkan kondisi atau tindakan orang lain.

Realistic
Artinya, secara akal bisa dicapai oleh manusia. Bukan berarti milih yang mudah menurut Anda. Jika orang lain bisa, Anda juga bisa.

Time-based
Ada kerangka waktu. Kapan Anda akan memiliki tujuan tersebut. Tanpa kerangka waktu, hanyalah sebuah impian.

Manfaat Membuat Tujuan: Membangkitkan Inspirasi

Manfaat kedua dari tujuan ialah membangkitkan inspirasi dari dalam diri. Bagaimana caranya agar tujuan bisa memberikan inspirasi bagi diri kita. Anda bisa menyimak Video Inspiring Goal yang bisa Anda dapatkan secara gratis jika Anda memesan Instant Motivation Weapon.

Sudah membuat tujuan?

Manajemen Waktu Paling Jitu


manajemen waktuIni tip manajemen waktu yang paling mudah. Anda tidak perlu membuat to do list, tidak perlu membuat jadwal, dan tidak perlu membuat sesuatu yang rumit. Kuncinya adalah kemauan.

Jika Anda mau melakukan tips manajemen waktu ini, Anda bisa menghemat 1 jam per hari, 7 jam per pekan, atau bisa juga dihitung dengan satu hari kerja per pekan. Artinya 364 jam dalam setahun. Mau?

Jika Anda Punya waktu extra 364 jam per tahun, apa yang bisa Anda dapatkan? Berapa buku yang bisa Anda baca?

“OK… saya mau… bagaimana caranya?”

Caranya ialah: kurangi waktu nonton TV Anda 1 jam per hari.

“Apa?”

Tidak bisa? Jika Anda nonton TV hanya 30 menit per hari, Anda tidak bisa melakukan tip ini. Hanya saja, menurut survey di Amerika, rata-rata orang menonton TV selama 4 jam per hari (bagaimana dengan di Indonesia?). Tahukah Anda bahwa 36% siaran TV berisi iklan? Dari 4 jam nonton TV, Anda menonton iklan selama 88 menit, hampir 1,5 jam. Wow!

“Tapi saya butuh hiburan….”

“Menonton TV adalah waktu saya untuk bersama keluarga…”

Tentu saja… saya juga masih menonton TV bersama dengan istri dan anak saya. Yah… untuk kebersamaan dan hiburan. Poin saya disini, jangan berlebihan menonton TV. Sayangi waktu Anda.

Perlu diingat: bahwa saya tidak mengatakan Anda harus berhenti nonton TV, tetapi kurangi waktunya. Artinya Anda masih tetap bisa menonton TV. Hanya saja tidak selama yang Anda lakukan sebelumnya.

Alihkan jam-jam Anda yang selama ini digunakan untuk menonton untuk kegiatan yang lebih produktif, misalnya:

  • Membaca Al Quran.
  • Memperbanyak ibadah.
  • Membaca buku atau ebook.
  • Menonton video edukasi dan motivasi
  • Belajar sesuatu.
  • Melakukan bisnis sampingan.
  • Bersilaturahim
  • Dan, masih banyak ide lain yang jauh lebih produktif dan bermanfaat dibandingkan dengan nonton TV.

Jangan katakan Anda tidak punya waktu untuk belajar atau berbisnis, jika Anda masih nonton TV berjam-jam. Ingat: waktu yang sudah lewat tidak akan pernah kembali. Kehilangan harta masih bisa dicari lagi, tetapi kehilangan waktu kita tidak bisa kembali. Inilah pentingnya manajemen waktu bagi kita.

Time is money itu benar lho. Kehilangan waktu sama dengan kehilangan uang. Sementara, sebagai umat Islam, waktu bukan hanya sekedar uang, tetapi waktu adalah pahala. Kehilangan waktu artinya kita kehilangan kesempatan untuk meraih pahala.

Mulai sekarang, kurangi nonton TV selama 1 jam, kecuali Anda menonton TV kurang dari 1 jam per hari.

Ingin menghemat waktu lebih dahsyat lagi? Silahkan dapatkan –Revolusi Waktu Bukan manajemen waktu biasa.

Ini Penyakit Berbahaya

Ini Penyakit BerbahayaAda sebuah penyakit. Penyakit ini bahaya. Mengakibatkan kematian? Tentu saja. Tetapi, yang terburuk bukan kematian. Jika penyakit ini menguasai diri kita, bahkan kebahagiaan di akhirat pun akan jauh dari kita. Serius? Ya.. tentu saja.

Sukses di dunia pun tidak akan pernah menghampiri kita jika kita punya penyakit ini. Kesehatan akan lemah, pikiran akan lemah, dan ruhiah juga akan lemah. Anda tahu? Saking bahayanya penyakit ini, Rasulullah saw pun berdo’a untuk berlindung dari penyakit ini. Nich do’anya:

Nabi SAW bersabda: “Ya Allah, sesungguhnya aku belindung kepada-Mu dari kegelisahan, kesedihan, kelemahan, kemalasan, berhati pengecut, kikir, utang yang tak terbayarkan dan tekanan kezhaliman orang lain.” (H.R. Bukhari, Abu Dawud, an-Nasai, Tirmidzi dan Ahmad).

Betul sekali. Penyakit yang saya maksud adalah penyakit malas. Saya tidak menyebut Anda malas, buktinya Anda mau membaca artikel ini. Yang perlu ditanyakan adalah, apakah Anda masih malas melakukan hal yang lebih besar?

Kemalasan memang ada tingkatannya. Orang yang paling parah malasnya ialah mereka tidak mau melakukan apa-apa, bahkan membaca artikel ini. Bagaimana bisa menolong mereka? Mau bisnis, malas. Mau kerja, malas. Untunglah Anda masih mau membaca artikel ini. Jadi, meski Anda masih memiliki rasa malas, masih ada peluang untuk dikurangi.

Saya rasa, Anda setuju dengan pernyataan ini: Semakin sedikit rasa malas yang kita miliki semakin sukses kita. Malas berbanding terbalik dengan sukses. Oleh karena itu jangan biarkan malas yang ada di diri Anda membesar. Betul, akan membesar jika Anda abaikan bahkan Anda sukai.

Bagaimana cara mengatasi malas?

  1. Pertama: niatkan bahwa Anda akan mengurangi rasa malas.
  2. Kedua: tinggalkan (atau kurangi) kebiasaan yang memungkinkan Anda untuk bermalas-malasan. Misalnya tidur-tiduran, nonton TV, ngegosip, dan kegiatan yang tidak bermanfaat lainnya.
  3. Ketiga: alihkan waktu yang Anda miliki untuk kegiatan menyenangkan lainnya tetapi lebih membawa manfaat.
  4. Keempat: mulailah melakukan tindakan-tindakan yang tidak biasa, semakin banyak dan sering akan mengikis rasa malas.
  5. Kelima: tingkatkan motivasi diri Anda. Caranya silahkan tonton Video Instant Motivation Weapon
  6. Keenam: carilah seorang mentor, pembimbing, atau guru yang akan terus mendorong Anda untuk bertindak. Saya punya mentor.
  7. Ketujuh: ini yang paling penting, berdo’alah seperti yang dicontohkan Rosulullah saw diatas.

Mulailah melakukan ketujuh cara diatas dengan pelan-pelan. Sedikit demiki sedikit boleh, tetapi jangan sampai berhenti. Insya Allah, sedikit demi sedikit, penyakit malas akan berkurang.

Membumikan Man Jadda Wa Jada


Membumikan Man Jadda Wa JadaAnda pernah mendengar ungkapan Man Jadda Wa Jada? Namun sudahkah Anda mengaplikasikan prinsip ini? Banyak sudah tahu namun masih sedikit yang mengaplikasikannya.

Banyak contoh yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang yang tidak menerapkan prinsip ini. Mereka cepat menyerah, berhenti berusaha, dan menyerah pada nasib.

Ciri utamanya ialah suka mengatakan “saya tidak bisa”.

OK, bagi yang tahu artinya, man jadda wa jada berarti barangsiapa bersungguh-sungguh pasti dapat. Setahu saya, ini bukan hadist, meski menggunakan bahasa Arab. Mungkin sejenis pepatah Arab tetapi mengandung makna yang dalam.

Kata kunci dalam pepatah ini ialah jadda atau bersungguh-sungguh. Jadi, sejauh mana Anda sudah mengaplikasikan pepatah ini ialah sejauh mana Anda bersungguh-sungguh.

Silahkan Anda periksa pertanyaan berikut dan jawablah dalam hati Anda. Silahkan Anda ukur diri Anda tanpa dalih tanpa alasan (jika bersungguh-sungguh ingin maju).

  • Sudahkah Anda bersungguh-sungguh melihat peluang. Coba lihat catatan Anda, sudah seberapa banyak potensi peluang yang Anda catat?
  • Seberapa dalam Anda meneliti sebuah ide bisnis?
  • Seberapa banyak ide-ide mengoperasikan bisnis yang sudah Anda coba?
  • Seberapa banyak ide-ide pemasaran yang sudah Anda lakukan?
  • Sudah berapa kali Anda gagal dan bangkit lagi mencoba?
  • Seberapa keras Anda mencari solusi masalah Anda?
  • Berapa banyak kontak yang sudah Anda kumpulkan untuk mendukung bisnis Anda?
  • dan sebagainya.

“Tapi saya…”. Yah… jika Anda masih suka mengatakan “tapi” sebagai dalih tidak berusaha, artinya Anda belum bersungguh-sungguh. Mungkin dalih Anda benar, tetapi tetap saja Anda tidak meraih apa yang Anda inginkan.

Belajar Kecerdasan Emosi


kecerdasan emosiApa itu kecerdasan emosi? Menurut Wikipedia, Kecerdasan Emosi atau Emotional Intelligence (EI) menggambarkan kemampuan, kapasitas, keterampilan atau, dalam kasus EI sifat model, kemampuan diri, untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengelola emosi diri sendiri, orang lain, dan kelompok.

Mengapa begitu penting? Emosi berkaitan dengan keputusan dan tindakan. Jika emosi tidak dikelola dengan baik, masihkah berharap bahwa keputusan dan tindakan kita juga baik?

Dari berbagai literatur, saya menemukan ada 5 dasar kecerdasan emosional. Kelima dasar itu adalah

  1. Mengetahui perasaan Anda dan menggunakannya untuk membuat keputusan dalam hidup Anda.
  2. Mampu mengatur kehidupan emosional Anda tanpa dibajak oleh emosi-emosi negatif seperti depresi, marah, kebingungan, dan sebagainya.
  3. Bertahan dalam menghadapi kemunduran dan menyalurkan dorongan Anda untuk mengejar tujuan-tujuan Anda.
  4. Empati – membaca emosi orang lain tanpa mereka memberi tahu Anda apa yang mereka rasakan.
  5. Penanganan perasaan. Termasuk kemampuan membaca dan mengartikulasikan emosi yang tersirat

Lalu siapa teladan kita dalam hal kecerdasan emosi? Tentu saja, tiada lain dan tiada bukan, teladan kita adalah Rasulullah saw. Banyak literatur yang membahasnya, tetapi Al Quran dan Hadits-lah sumber rujukan utama kita.

Jika kita meneladani bagaimana cara Rasulullah saw berinteraksi dengan orang-orang sekitar beliau, dengan keluarga, bahkan dengan orang-orang yang menentang beliau, kita bisa petik bagaimana kecerdasan emosi beliau yang mengagumkan. Itulah praktek utama kecerdasan emosi.

Penyebab Kegagalan Anda

penyebab kegagalanAda sebuah penyebab kegagalan utama. Sehebat apa pun Anda, Anda bisa gagal. Meski Anda sudah memiliki gelar master atau doktor. Meski Anda sudah berpengalaman puluhan tahun. Anda akan tetap gagal jika penyebab gagal ini ada pada diri Anda.

Ya betul. Penyebab kegagalan ini bisa terjadi pada siapa pun, terlepas siapa pun orangnya. Penyebab kegagalan ini sangat kuat, hanya Allah yang bisa mengubahnya. Jangan sampai dech… penyebab kegagalan ini ada pada diri Anda. Saya akan berikan cara mengatasinya.

Penyebab kegagalan itu adalah: berhenti di tengah jalan

Saya yakin, Anda pun sudah tahu tentang hal ini. Kebanyakan orang sudah tahu bahwa berhenti di tengah jalan akan menjadikan kita gagal. Bagaimana pun pintar dan cerdasnya diri kita, jika berhenti… pasti gagal.

Pertanyaanya adalah: bagaimana supaya kita tidak berhenti.

Untuk mengobatinya, kita harus mendiagnosa dulu. Apa yang membuat orang berhenti untuk berusaha?

  1. Kurangnya motivasi. Motivasi seperti bensin pada mobil, penghasil energi, dan penyebab bergerak. Sehebat apa pun mobil Anda, tanpa energi tidak akan pernah bergerak. Jika energi tidak cukup, maka mobil Anda akan berhenti di tengah jalan. Jika bensin habis, apa yang Anda lakukan? Isi lagi. Jika motivasi habis, maka bangkitkan motivasi kembali.
  2. Tidak tahu apa yang harus dilakukan. Selain kurangnya motivasi, penyebab orang berhenti adalah karena dia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan karena mereka kehabisan ide. Mau apa lagi? Oleh karena itu, cara mengatasinya ialah harus memiliki keterampilan kreativitas yang tinggi. Jika Anda memiliki kemampuan untuk menghasilkan ide, maka Anda akan tidak akan pernah berhenti untuk mencapai tujuan Anda.
  3. Rendah diri. Bisa saja, Anda sudah memiliki motivasi yang kuat. Tahu apa yang harus Anda lakukan, tetapi Anda tidak yakin dengan kemampuan Anda. Anda akan mengatakan “Saya tidak bisa.” Maka Anda akan berhenti. Disinilah pentingnya kepercayaan diri.

Penghalang Sukses yang Efektif

penghalang suksesApa penghalang sukses Anda? Mungkin Anda sudah belajar. Membaca ratusan buku. Mengikuti puluhan seminar dan pelatihan. Punya pembimbing yang mantap. Tetapi ada penyakit ini, semuanya percuma. Anda tidak akan pernah sukses.

Dari riset kecil saya, memang banyak orang yang memiliki penghalang ini. Apakah bisa disembuhkan? Tentu saja bisa. Setiap penyakit ada obatnya, termasuk penyakit mental ini.

Penyakit itu adalah… malas.

Percuma Anda punya ilmu yang banyak. Terampil. Punya modal yang besar, tetapi Anda malas melakukan apa yang seharusnya Anda lakukan. Semuanya percuma tanpa tindakan. Jika penghalang sukses ini tetap bersama Anda.

Banyak yang bertanya kepada saya, bagaimana cara mengatasi malas. (Sudah untung tidak malas bertanya…)

Saya berpikir, percuma saya memberikan ilmu dan teknik mengatasi malas. Sebab tidak akan berhasil. Mengapa? Karena orang malas akan merasa malas untuk mengaplikasikan ilmu dan teknik yang saya ajarkan. Akhirnya malas selama ini. Mereka membiarkan penghalang sukses mereka. Tidak berusaha menghilangkannya.

Lalu, apakah tidak ada solusinya? Tentu saja ada.

Pertama: Anda harus punya seorang pembimbing atau mentor yang memiliki otoritas tinggi, Anda kagumi, dan Anda takuti. Tujuanya agar Anda tidak berani melawan. Percuma punya pembimbing jika Anda malas mengikuti bimbingannya. Kemudian biarlah pembimbing yang mengarahkan dan mengawasi Anda dalam bertindak. Saat Anda malas, pembimbing Anda akan menghukum Anda sehingga Anda bisa bergerak. Meski awalnya terpaksa, lama-kelamaan akan biasa dan akhirnya tidak malas lagi.

Kedua: harus ada alat yang terus menerus memberikan suntikan motivasi kepada Anda. Langkah ini dilakukan jika Anda tidak punya atau tidak mau memiliki pembimbing yang tagas dan disiplin. Saya sudah membuat audio yang saya desain untuk mengobati rasa malas Anda. Miliki audio ini, kemudian dengarkan sesering mungkin.

Tidak ada pekerjaan sulit atau latihan sulit yang harus Anda lakukan. Hanya mendengarkan dan mendengarkan. Kapan pun Anda sempat, dimana pun Anda bisa. Anda akan memiliki “mentor” yang terus menerus mengompori Anda untuk bertindak. Anda bisa memutar audionya dimana dan kapan pun Anda mau.

Tujuannya dibuat Audio untuk memudahkan Anda. Tidak harus menulis sesuatu, tidak harus melakukan sesuatu. Pokoknya: dengarkan dan dengarkan. Lama-kelamaan, Anda akan bertindak dengan sendirinya. Tanpa paksaan dan atas inisiatif diri sendiri.

Silahkan dapatkan disini.
Lalu bagaimana jika Anda masih malas mendengarkan audio ini?

Siap-siap saja untuk menerima konsekuensi dari penyakit malas Anda. Jangan mengeluh, jangan salahkan orang lain. Penghalang sukses akan bersama Anda jika Anda tidak mau berubah.

Filosofi Hidup: Menulis Diatas Pasir

filosofi hidupSebuah filosofi hidup: menulis diatas pasir itu mudah. Tinggal ambil ranting kemudian buatlah sebuah tulisan. Anda bisa menulis sesuatu yang indah. Bahkan bukan hanya tulisan, istana pasir pun bisa dibuat dengan mudah.

Tahukah Anda, ada sesuatu dibalik kemudahan itu. Menulis diatas pasir memang mudah, tetapi mudah juga terhapus. Sapuan ombak lain, langsung menghapus tulisan indah yang sudah dibuat. Bahkan angin pun bisa menghapusnya.

Apa hikmahnya filosofi hidup ini?

Usaha dan hasil selalu berbanding lurus. Kita tidak bisa bermimpi untuk mendapatkan hasil yang bagus atau hebat tetapi dengan cara yang mudah. Untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, tentu diperlukan usaha yang lebih besar.

Untuk memilih profesi, mana yang Anda pilih yang sulit atau yang mudah? Semakin sulit sebuah profesi, imbalannya yang semakin besar. Jika Anda berharap mendapatkan profesi mudah dengan penghasilan besar, mungkin Anda hanya mimpi. Jika ada, artinya Anda hanya “diberi” bukan imbalan. Namun siapa yang mau memberi? Mungkin orang tua Anda atau sudara Anda. Tapi seberapa banyak orang yang seberuntung itu?

Stop. Hentikan mengandai-ngandai diri menjadi anak dari seorang billionaire. Lupakan saja, sebab ada hal penting yang perlu kita lakukan. Jika Anda ingin mendapatkan imbalan besar, maka langkah pertamanya ialah dengan berusaha memantaskan diri untuk menerima imbalan besar. Baik dalam dunia karir maupun bisnis, keduanya sama.

Ada yang berkata, “Saya memiliki pekerjaan sulit dan berat tetapi saya menerima gaji yang kecil. Apakah berlaku imbalan sebanding dengan usaha pada diri saya?”

Tetap berlaku, sebab orang tersebut memang pantasnya mendapatkan gaji sebesar yang dia terima. Serius. Jika dia memang pantas mendapatkan gaji yang besar, maka perusahaan akan menaikan gajinya atau dia akan direkrut oleh perusahaan lain yang akan membayarnya lebih besar. Kenapa tidak? Karena dia memang belum pantas. Dia harus memantaskan diri untuk mendapatkan imbalan yang lebih besar. Jika perusahaannya tidak benar, memangnya di dunia ini hanya ada satu?

“Tapi, sulit nyari kerja lagi.”

Nah.. itu dia. Jelaslah dia memang belum pantas. Dia mengatakan sulit.

Jadi, jangan hanya memilih yang mudah-mudah saja. Kita juga perlu mempertimbangkan imbalannya. Jika ingin imbalan yang lebih besar, maka pantaskan diri untuk menerimanya. Pasir pantai hanya pantas menjadi alat tulis sementara. Jika tulisan Anda ingin lebih tahan lama, tulislah diatas batu karang. Memang sulit, tetapi hasilnya jauh lebih lama.

Belajar dan pengembangan diri memang sulit, perlu waktu, investasi, dan pengorbanan. Tapi hasilnya akan sangat berarti. Mudah-mudahan filosofi hidup ini memberikan hikmah kepada kita.

MOTIVASI BERPRESTASI


Motivasi BerprestasiUntuk meraih sukses, motivasi berprestasi sangat diperlukan. Dengan pengertian lain, motivasi berprestasi adalah memiliki keinginan untuk menjadi terbaik. Tanpa keinginan menjadi yang terbaik, akan menyebabkan seseorang melakukan sesuatu asal-asalan atau asal jadi. Bekerja asal bekerja, berbisnis asal berbisnis, dan belajar asal belajar.

Masalahnya kata “asal” bisa merusak sukses Anda. Anda harus menjadi yang terbaik jika ingin sukses. Persaingan makin sengit, jika tidak menjadi terbaik, maka Anda bisa tertinggal dan kalah dalam persaingan. Mulai sekarang tumbuhkan motivasi berprestasi dalam bidang yang Anda geluti.

Motivasi Berprestasi Fokus Pada Bidang Anda

Yang perlu diperhatikan adalah, Anda tidak perlu berprestasi di segala bidang. Cukup fokus pada bidang Anda. Sebab menjadi terbaik untuk semua bidang itu tidak mungkin. Pilihlah bidang yang sesuai dengan karir atau bisnis Anda, fokuslah disana dan Anda akan akan lebih mudah menjadi yang terbaik. Anggapan bahwa kita harus berprestasi di segala bidang bisa menyebabkan lemahnya motivasi berprestasi. Sebab kita tahu, itu tidak mungkin.

Bahkan, manusia teragung spanjang jaman pun, Nabi Muhammad saw, bersabda:

Jika ada sesuatu yang berkaitan dengan urusan dunia, maka kalian lebih tahu tentangnya, sebaliknya jika berkaitan dengan urusan agama, maka kembalilah kepadaku. (HR Ahmad. No 12086)

Dalam hadits versi lengkapnya dijelaskan bahwa hadits ini keluar saat sedang membicarakan cara bercocok tanam. Rasulullah saw mengatakan bahwa beliau bukanlah ahli dalam bercocok tanam. Tapi untuk urusan akhirat, maka Rasulullah saw tentu saja menjadi yang terbaik.

Catatan: Pengertian hadits ini jangan disalah artikan menjadi bebas melakukan urusan dunia. Kita harus melihat dalil lain beserta ilmu Ushul Fiqh tentang urusan dunia dan urusan akhirat. Perlu pembahasan secara integral, tapi bukan cakupannya disini.

OK, sekarang apa bidang Anda. Fokus pada bidang Anda dan jadilah yang terbaik pada bidang Anda. Tumbuhkan motivasi berprestasi pada bidang Anda. Apa pun bidang Anda. Jika Anda seorang pebisnis, maka kejarlah prestasi Anda dalam bisnis. Jika Anda seorang karyawan, kejarlah prestasi kerja Anda, dan jika Anda seorang pelajar maka Anda pun harus mengejar prestasi dalam belajar.

Motivasi berprestasi diperlukan oleh siapa pun yang ingin sukses.



 

DAKWAH HATI BERSAMA IKLIM Copyright © 2009 Premium Blogger Dashboard Designed by SEPTIAN DWI CAHYO